BLOG FITRI MEILY

Senin, 05 Januari 2026

 

SEMANGAT DI LAPANGAN PASIR

Oleh : Muhammad Ihsan

 

Suatu sore yang cerah, langit biru membentang di atas lapangan pasir belakang SMP Merdeka. Tim voli sekolah sedang bersiap untuk latihan rutin mereka. Bola-bola bewarna oranye tergeletak di sisi lapangan, sementara suara tawa dan semangat para pemain mengisi udara sore itu. Rina, sang kapten tim, berdiri di tengah lapangan. Dia adalah sosok yang disiplin namun juga penuh semangat.

“Teman-teman, hari ini kita latihan fokus pada kerja sama dan komunikasi! Jangan takut salah, yang penting kita belajar,” serunya.

Latihan pun dimulai. Servis demi servis dilakukan, beberapa melenceng, beberapa sempurna. Ansi yang biasanya gugup saat bermain, kali ini mencoba lebih percaya diri.

“Ayo Andi, kamu pasti bisa!” kata Rina memberi semangat. Dan benar saja, servis berikutnya meluncur tepat ke arah lawan. Semua bertepuk tangan.

Waktu berjalan cepat, matahari mulai condong ke barat. Peluh membasahi wajah, tapi semangat tak surut. Pelatih mereka, Pak Danu, tersenyum melihat perkembangan timnya.

“Kerja bagus! Tapi ingat, kunci kemenangan ada pada kekompakan,” pesannya.

Beberapa hari kemudian, SMP Merdeka mengikuti pertandingan persahabatan melawan SMP Maju Jaya. Di awal pertandingan, mereka sempat tertinggal jauh. Servis Rina ditahan lawan, dan beberapa bola smes dari tim mereka ke luar lapangan. Namun, tidak ada yang menyerah. Mereka saling menyemangati dan memperbaiki strategi.

“Tenang, jangan panik! Fokus ke bola berikutnya!” teriak Rina.

Kata-kata itu membangkitkan semangat seluruh tim. Ansi melakukan blok sempurna, Siska berhasil menahan bola sulit, dan akhirnya mereka berhasil menyamakan skor. Set point pun tiba. Skor 24–23, hanya satu poin lagi. Rina mengambil posisi servis.

Dia menarik napas dalam, menatap lapangan lawan, lalu melempar bola ke udara dan memukul dengan penuh keyakinan. Bola meluncur cepat, melewati net, dan jatuh tepat di tengah lapangan lawan. Sorak-sorai pun pecah, SMP Merdeka menang!

Setelah pertandingan, mereka berkumpul di tengah lapangan. Rina berkata dengan senyum lelah namun bahagia, “Kemenangan ini bukan karena aku, atau satu orang saja. Ini karena kita semua saling percaya dan bekerja sama.” Pelatih Danu menepuk bahu mereka.

“Kalian membuktikan, dalam voli maupun kehidupan, kerja sama dan semangat pantang menyerah selalu membawa hasil terbaik.”

Sejak hari itu, tim voli SMP Merdeka menjadi contoh bagi siswa lain. Mereka bukan hanya dikenal karena kemenangan, tetapi karena semangat dan persaudaraan yang mereka tunjukkan di lapangan pasir.

Tidak ada komentar: