BLOG FITRI MEILY

Senin, 05 Januari 2026

AKU

Oleh : Nadhifa Salsabila

 

Pernah ada masa di mana aku merasa sangat ragu pada diriku sendiri. Aku menganggap diriku lemah, bahkan sampai membenci diri sendiri karena aku merasa tidak pernah mampu menghasilkan sesuatu yang sempurna, sedangkan orang lain bisa melakukannya dengan baik.

Aku sering membandingkan diriku dengan orang lain. Mereka terlihat begitu mudah menghasilkan karya yang indah, menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang luar biasa. Sedangkan aku? Aku sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi hasilnya terasa biasa saja. Aku merasa kecewa dan lelah dengan diriku sendiri.

Aku berulang kali mencoba memahami dan menoleransi diriku. Aku berkata pada diriku, “Tidak apa–apa, kamu sudah berusaha.” Namun jauh di dalam hati aku ingin bisa lebih. Aku tidak hanya ingin bisa, tetapi hebat. Aku ingin menguasai banyak hal, bukan sekadar melakukannya dengan standar biasa.

Aku terus belajar. Aku memperbaiki kesalahan satu per satu. Aku mencoba berulang kali hingga larut malam. Tapi kenyataannya, hasil yang kuporeh tetap belum sempurna. Rasa sakit itu makin dalam. Ketika aku sadar, orang–orang yang kuanggap tempat bersandar ternyata bisa saja mengkhianati, menyakiti, bahkan membohongiku. Aku merasa sendiri menghadapi semuanya.

Dari semua itu, aku mulai belajar menerima kenyataan. Aku mulai menulis, merenung, dan berbicara lembut pada diriku. Aku berkata, “Tak apa–apa gagal, yang penting kamu mau terus berjuang.” Aku mulai berdamai dengan diri sendiri, sedikit demi sedikit, meski sulit.

Aku menyadari bahwa seburuk apa pun aku menilai diriku, pada akhirnya hanya aku sendiri yang dapat mengandalkan diriku untuk bangkit dan bertahan. Hanya aku yang selalu ada untuk diriku. Dan itu cukup untuk melangkah maju menghadapi dunia.

Sekarang aku belajar untuk tidak terlalu keras pada diriku sendiri. Aku mungkin belum sempurna, tetapi aku berharga. Aku mungkin belum menguasai segalanya, tetapi aku sedang berproses. Dan aku tahu, selama aku mau melangkah, aku tidak akan pernah benar-benar kalah.

 

REFERENSI

Oscar Defi. 2025. Cerita Tentang Diri Sendiri. x.com. Diakses 22 September 2025

Cinta Putih. 2025. Share Tentang Pengalaman. x.com. Diakses 22 September 2025

 

SEMANGAT DI LAPANGAN PASIR

Oleh : Muhammad Ihsan

 

Suatu sore yang cerah, langit biru membentang di atas lapangan pasir belakang SMP Merdeka. Tim voli sekolah sedang bersiap untuk latihan rutin mereka. Bola-bola bewarna oranye tergeletak di sisi lapangan, sementara suara tawa dan semangat para pemain mengisi udara sore itu. Rina, sang kapten tim, berdiri di tengah lapangan. Dia adalah sosok yang disiplin namun juga penuh semangat.

“Teman-teman, hari ini kita latihan fokus pada kerja sama dan komunikasi! Jangan takut salah, yang penting kita belajar,” serunya.

Latihan pun dimulai. Servis demi servis dilakukan, beberapa melenceng, beberapa sempurna. Ansi yang biasanya gugup saat bermain, kali ini mencoba lebih percaya diri.

“Ayo Andi, kamu pasti bisa!” kata Rina memberi semangat. Dan benar saja, servis berikutnya meluncur tepat ke arah lawan. Semua bertepuk tangan.

Waktu berjalan cepat, matahari mulai condong ke barat. Peluh membasahi wajah, tapi semangat tak surut. Pelatih mereka, Pak Danu, tersenyum melihat perkembangan timnya.

“Kerja bagus! Tapi ingat, kunci kemenangan ada pada kekompakan,” pesannya.

Beberapa hari kemudian, SMP Merdeka mengikuti pertandingan persahabatan melawan SMP Maju Jaya. Di awal pertandingan, mereka sempat tertinggal jauh. Servis Rina ditahan lawan, dan beberapa bola smes dari tim mereka ke luar lapangan. Namun, tidak ada yang menyerah. Mereka saling menyemangati dan memperbaiki strategi.

“Tenang, jangan panik! Fokus ke bola berikutnya!” teriak Rina.

Kata-kata itu membangkitkan semangat seluruh tim. Ansi melakukan blok sempurna, Siska berhasil menahan bola sulit, dan akhirnya mereka berhasil menyamakan skor. Set point pun tiba. Skor 24–23, hanya satu poin lagi. Rina mengambil posisi servis.

Dia menarik napas dalam, menatap lapangan lawan, lalu melempar bola ke udara dan memukul dengan penuh keyakinan. Bola meluncur cepat, melewati net, dan jatuh tepat di tengah lapangan lawan. Sorak-sorai pun pecah, SMP Merdeka menang!

Setelah pertandingan, mereka berkumpul di tengah lapangan. Rina berkata dengan senyum lelah namun bahagia, “Kemenangan ini bukan karena aku, atau satu orang saja. Ini karena kita semua saling percaya dan bekerja sama.” Pelatih Danu menepuk bahu mereka.

“Kalian membuktikan, dalam voli maupun kehidupan, kerja sama dan semangat pantang menyerah selalu membawa hasil terbaik.”

Sejak hari itu, tim voli SMP Merdeka menjadi contoh bagi siswa lain. Mereka bukan hanya dikenal karena kemenangan, tetapi karena semangat dan persaudaraan yang mereka tunjukkan di lapangan pasir.

Senin, 29 Desember 2025

PENTINGNYA BAHASA INGGRIS DI ERA GLOBAL

Oleh : Muhammad Irsyad Zamharir

 

Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang memegang peran sangat penting di dunia modern. Menguasai bahasa ini bukan hanya sekadar keterampilan tambahan, melainkan sebuah kebutuhan yang harus dimiliki setiap individu agar mampu bersaing secara global.

Saya berpendapat bahwa menguasai bahasa Inggris dapat memberikan banyak manfaat baik dalam bidang pendidikan, komunikasi global, maupun peluang karier. Dengan bahasa, Inggris, seseorang dapat membuka pintu menuju pengetahuan, membangun relasi internasional, dan meningkatkan daya saing di dunia kerja. Pertama, dalam bidang pendidikan, bahasa Inggris adalah kunci untuk mengakses ilmu pengetahuan dunia. Sebagian besar buku, jurnal, dan penelitian internasional ditulis dalam bahasa Inggris. Banyak universitas ternama di dunia juga menggunakan bahasa ini sebagai bahasa pengantar. Oleh karena itu, siswa yang menguasai bahasa Inggris memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh beasiswa, mengikuti program pertukaran pelajar, atau melanjutkan studi ke luar negeri. Hal ini tentu memberikan keuntungan besar dalam mengembangkan kemampuan akademik dan memperluas wawasan (Graddol, D., 2006).

Kedua, dalam hal komunikasi global, bahasa Inggris berperan sebagai bahasa penghubung antarbangsa. Dari diplomasi internasional, dunia bisnis, hingga penggunaan media sosial, bahasa Inggris menjadi alat untuk menyampaikan gagasan dan menjalin kerja sama. Hampir semua konten teknologi dan informasi di internet juga tersedia dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, siapa pun yang menguasainya dapat lebih mudah beradaptasi, terhubung, dan ikut serta dalam percakapan dunia.

Ketiga, dalam dunia kerja, kemampuan berbahasa Inggris sering kali menjadi syarat utama. Perusahaan multinasional dan bahkan banyak perusahaan lokal kini membutuhkan tenaga kerja yang fasih berbahasa Inggris agar dapat menjalin komunikasi dengan klien dan mitra dari berbagai negara. Karyawan yang menguasai bahasa Inggris tidak hanya memiliki nilai tambah, tetapi juga peluang lebih besar untuk berkembang dalam kariernya. Selain itu, bahasa Inggris juga melatih keterampilan berpikir kritis, meningkatkan rasa percaya diri, dan memperluas wawasan budaya.

Dari penjelasan tersebut jelas terlihat bahwa bahasa Inggris bukanlah sekadar bahasa asing, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan seseorang dengan masa depan yang lebih baik. Belajar bahasa Inggris berarti mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia yang terus berkembang. Dengan menguasai bahasa ini, kita bisa memperoleh pendidikan terbaik, menjalin komunikasi tanpa batas, serta meraih karier yang lebih luas.

Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama menumbuhkan semangat untuk belajar bahasa Inggris sejak dini. Tidak perlu takut melakukan kesalahan, karena setiap proses pembelajaran akan membawa kita selangkah lebih dekat menuju impian kita (Citizenship Education: Preparing Learners for the Challenges of the 21st Century). Bahasa Inggris adalah kunci utama yang akan membuka pintu menuju masa depan yang cerah, penuh peluang, dan tanpa batas.

Senin, 22 Desember 2025

ARIE PNG ADADUA (Palembang)

KISAH SEEKOR BANGAU (RANGGUNG)

 


Seekor bangau (ranggung) migrasi sendiri

Sampai ke tanah berair

Kaki kanannya pincang terjerat akar belukar

Akar belukar penjebak gajah putih

Pilihan yang terlanjur meski hancur bagai bubur

Asalkan dapat ikan-ikan segar

 

Musim berubah, senja sepenuhnya jingga

Bangau (ranggung) terikat pepatah – kembali ke pangkuan bunda

Menyambangi kekasih sejati

Menulis kisah tak biasa

Tentang bintang, bulan, dan dewi

Lalu berseru :

Lihatlah! Di kaki kananku ada belalai!

 


Musi Banyuasin, 11-04-2023

Dimuat dalam Antologi Kulminasi
Dari Negeri Poci ke-13









Menjaga Alam, Menjaga Masa Depan

Ghaliz Syida Zihni

 

Alam telah memberikan banyak keuntungan bagi manusia, mulai dari kebutuhan dasar hingga kelangsungan hidup. Hutan yang hijau dan lebat menyediakan oksigen yang kita hirup setiap hari. Sungai-sungai yang mengalir jerrich memberikan air bersih yang kita butuhkan untuk minum, mandi, dan mencuci. Bumi yang subur memberikan kita makanan yang melimpah. Namun, kenyataan lingkungan kita sekarang sedang tidak baik-baik saja. Buktinya, banyak masyarakat yang tidak peduli dengan Kelestarian alam. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil wawancara kami bersama masyarakat.

“Apa pendapat kalian tentang hutan yang makin gundul?” tanya salah satu anggota kami.

“Gak masalah, yang penting gak ngaruh ke aku, “jawab remaja yang berambut keriting, bernama Anton.

“Iya, gak penting penting banget sih.” Tambah teman sebelahnya.

“Bagaimana kalian berpikir tentang masa depan lingkungan?”

“Nggak kepikiran, masih lama.”

“Teknologi yang atasi, kita gak perlu mikirin.”

“Pesan apa yang kamu ingin sampaikan?”

“Lakukan apa yang kamu mau. Jangan tertalu serius, hidup santai aja.” Ucap Anton tanpa ragu.

Nyata benar ketidakpedulian mereka terhadap lingkungan, dapat mencerminkan begitu banyak manusia yang masih mementingkan keuntungan pribadi yang sesaat. Mereka menebangi hutan secara liar, mencemari sungai, dan mengotori laut. Mereka tidak memikirkan akibat dari perbuatan mereka, yang penting mereka mendapatkan keuntungan sesaat.

Sebaliknya, disamping ketidakpedulian mereka ada juga orang-orang yang peduli seperti penulis-penulis yang terinspirasi untuk berkarya tentang alam, salah satunya. “ Silent Spring” oleh Rachel Carson diterbitkan pada tahun 1962. Silent Spring dianggap sebagai salah satu buku paling berpengaruh dalam sejarah gerakan lingkungan hidup. Dan ada satu hal lagi yang lebih mengejutkan tentang alam, yaitu… Peran Naticre of science (NOS) dalam pengembangan Literasi sains. Abdict El-Khalick mengarisbawahi bahwa pemahaman Nos bukan sekadar pengetahuan tentang metode ilmiah, melainkan mencakup dimensi yang lebih luas tentang bagaimana aktivitas ilmiah bertangsung sebagai upaya manusia untuk memahami fenomena alam (Abd El-Khalick. F., 2013).

Seperti peribahasa yang mengatakan, “Sambil menyelam, sambil minum air. Artinya, kita harus bisa memanfaatkan alam dengan bijak dan menjaga kelestariannya. Dengan demikian, kita dapat menikmati hasilnya secara berkelanjutan.

Saya teringat akan kisah kecil tentang seorang anak yang menanam pohon. Setelah beberapa tahun, pohon ite tumbuh besar dan memberikan naungan bagi anak-anak lain yang bermain di sekitarnya. Anak itu senang melihat hasilnya dan terus menanam pohon-pohon lainya.

Pertanyaan untuk kita semua, apa yang akan kita lakukan untuk menjaga alam? Apakah kita akan terus merusaknya atau mulai menjaga dan melindunginya? Mari kita berpikir dan bertindak untuk masa depan kita sendiri. Jika bukan kita siapa lagi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Marsyella, 2004 .Id. 2024. “10 Buku Tengtang Alam Yang Akan Mengubah Cara Anda Melihat Dunia”. ruangbuku.id. Diakses 15 Septemper 2025.

Sri Astutik Handayani. 2025. ”Peran Nature of Science (NOC) Dalam Perkembangan Litesi Sains”. Congnitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Diakses 15 september 2025.

 

SUASANA MAKAN MALAM YANG SANGAT SPESIAL

Syaiful B. Harun

 

 

Dahulu, kebiasaan makan di keluargaku adalah suatu hal yang sangat spesial. Ada semacam “ritual” yang harus kami jalani sebagai anggota keluarga, terutama kami sebagai anak-anak. Hal itu aku alami sejak usia anak-anak sampai aku berusia remaja atau sebelum aku ke luar rumah untuk melanjutkan pendidikan di kota lain. Kebiasaan makan bersama harus dijalani oleh setiap anggota keluarga, terutama saat makan malam, dimana saat semua anggota keluarga berkumpul setelah aktivitas di siang hari.

Aku harus duduk di samping ayah, yang saling berhadap-hadapan dengan ibu dan adik perempuanku. Tempat duduk ini tidak boleh diubah. Sudah ketetapan ayah termasuk waktu makan, yaitu sekitar pukul 19.30 WIB atau setelah shalat isya. Selain itu, makan makan dengan sendok dan garpu tanpa menimbulkan suara klentang-klenting atau mulut yang berkecap-kecap. Kalau suara itu timbul, maka timbul pula kemarahan ayah.

Ketetapan tentang waktu makan, kursi makan yang seolah ada nama kami – sebagai anggota keluarga – tertulis di sana, dan segenap tata cara yang harus dipatuhi merupakan hal yang sangat menyiksaku, waktu itu. Sebagai anak remaja, ingin aku sekali waktu makan sambil menonton tivi atau mengobrol dengan adikku, Rega. Padahal makan sambil menonton tivi atau mengobrol dengan saudara kerapkali kusaksikan di sinetron atau film-film.

Sekarang, setelah aku kuliah di lain kota, aku memiliki kebebasan untuk menentukan waktu makan dan mengabaikan segala tata cara makan malam yang ditetapkan ayah. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, aku justru merindukan kursi makan kami di rumah dengan waktu makan dan tata cara itu.

Untuk sedikit mengurangi rinduku pada kursi makan, waktu makan, dan tata caranya. Aku mencoba mencari di google, kudapatkan informasi tentang manfaat makan bersama, antara lain :

-         Makan bersama memberi kesempatan untuk menjadi contoh kebiasaan makan sehat pada anak. Orang tua bisa membantu memberi contoh porsi makanan yang cukup, mencoba makanan-makanan baru, dan berhenti makan ketika sudah kenyang.

-         Makan bersama juga akan meningkatkan asupan gizi untuk anggota keluarga. Sebagai contoh, beberapa studi menunjukkan bahwa makan bersama secara teratur sering dikaitkan dengan meningkatnya konsumsi buah, sayuran, gandum, dan pilihan makanan sehat lainnya, serta makin berkurangnya konsumsi makanan berlemak, minuman bersoda, dan pilihan makanan yang kurang sehat lainnya.

-         Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa makan bersama juga mengurangi risiko obesitas pada anak-anak dan orang dewasa.

-         Makan bersama membuat orang tua dapat tetap mengawasi anak secara tidak langsung melalui percakapan santai. Orang tua dapat memonitor suasana hati anak, perilaku, dan aktivitasnya bersama teman-teman.

Di masa yang akan datang, di kehidupan yang semakin berpacu dengan waktu dan tingkat persaingan yang terjadi di setiap lini kehidupan. Sehingga, waktu akan menjadi sangat berharga, serba terburu-buru, serba matematis dan otomatis yang diatur dan diprogram melalui perangkat komputer atau handphone pada setiap orang.

Makan malam dengan kelengkapan meja dan kursi makannya, mungkin hanya akan dihadiri oleh orang tua dan anak-anak balita saja. Orang dewasa bahkan ayah yang sibuk bekerja pun akan jarang terlihat di kursi makan. Kehangatan sebuah keluarga yang tercermin di dalam kehangatan makan malam dan obrolan ringan tentang aktivitas di siang hari dan rencana kegiatan esok akan menjadi memudar – kalau tidak mau kita katakan akan menjadi hilang.

Hanya keluarga yang menarik batas yang tegas, antara aktivitas di luar rumah dengan keharmonisan antaranggota keluarga saja yang akan tetap menjaga keakraban suasana makan malam di rumah.

 

Referensi :

Vidoran.com. 2022. Manfaat Makan Bersama di Meja Makan. www.vidoran.com.iakses pada tanggal 2 Februari 2023.

 



Tanah Pak Haji dan Taman Wisata Alam Punti Kayu:
Napas Hijau Kota Palembang

Muhammad Bardan


Di tengah Kota Palembang, di kawasan Kambang Iwak menuju Alang-alang Lebar, terbentang sebuah kawasan hijau yang masih lestari: Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu. Kawasan ini merupakan satu-satunya hutan pinus alami yang berada di dalam wilayah perkotaan Palembang dan telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan [1].

Secara historis, kawasan ini telah ditetapkan sebagai hutan lindung sejak tahun 1937 oleh pemerintah Hindia Belanda, dan kemudian pada 23 Juli 1985, melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 88/Kpts-II/1985, statusnya ditingkatkan menjadi Taman Wisata Alam (TWA) [2]. Dengan luas sekitar 50 hektare, kawasan ini menjadi paru-paru kota yang sangat penting bagi ekosistem Palembang.

Di masa lalu, warga sekitar mengenal bagian tepi hutan ini sebagai “Tanah Pak Haji”, mengacu pada seorang tokoh lokal yang sering mengingatkan warga untuk menjaga pepohonan di sekitar wilayah itu. Meski sosok ini tidak tercatat dalam dokumen resmi, kisah lisan tentangnya masih hidup dalam ingatan masyarakat sekitar Sako dan Kemuning. Beliau dikenal sebagai penjaga moral lingkungan – mengajarkan agar tanah dan hutan diperlakukan sebagai amanah, bukan semata milik pribadi.

Dengan semangat itu, masyarakat sekitar turut berperan menjaga kebersihan dan kelestarian hutan, hingga akhirnya kawasan tersebut menjadi cikal bakal Taman Wisata Alam Punti Kayu yang dikenal sekarang [3].

Kini, TWA Punti Kayu berada di bawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan. Selain menjadi kawasan konservasi, taman ini juga berfungsi sebagai objek wisata edukatif dan rekreasi keluarga [4].

Di dalam taman terdapat beragam flora dan fauna, mulai dari pohon pinus merkusii, hingga satwa-satwa seperti rusa timor, kera ekor panjang, burung elang, buaya, dan gajah Sumatera yang dikelola dalam area kebun binatang mini [5]. Fasilitas pendukung juga terus berkembang, seperti area piknik, wahana permainan air, jembatan gantung, hingga spot foto alami yang menarik pengunjung dari berbagai daerah [6].

Selain fungsi ekologis, taman ini memiliki nilai sosial dan ekonomi. Banyak warga sekitar menggantungkan hidupnya dari aktivitas wisata ini, seperti menjadi penjaga, pedagang makanan, penyedia sewa kuda, dan pemandu wisata. Dengan demikian, Punti Kayu bukan hanya ruang hijau, tapi juga sumber kehidupan masyarakat lokal.

Namun, keberlanjutan taman ini tidak lepas dari tantangan. Aktivitas manusia, peningkatan jumlah pengunjung, serta ancaman kebakaran pada musim kemarau kerap menjadi masalah yang harus dihadapi. Oleh karena itu, pihak pengelola bersama pemerintah terus melakukan rehabilitasi lahan, patroli kebersihan, dan penyuluhan lingkungan bagi pengunjung [7].

Kesadaran masyarakat pun menjadi kunci utama. Mengingat bahwa TWA Punti Kayu berperan penting dalam menyerap karbon dan menjaga iklim mikro kota Palembang, menjaga kelestariannya berarti menjaga kesehatan kota itu sendiri [8].

Dengan meningkatnya pembangunan kota, terutama di wilayah barat Palembang, ruang terbuka hijau semakin terbatas. Maka dari itu, TWA Punti Kayu harus menjadi model pengelolaan hutan kota berkelanjutan, tempat di mana konservasi dan wisata bisa berjalan berdampingan [9].

Konsep eco-tourism yang menekankan edukasi lingkungan perlu terus dikembangkan. Misalnya, setiap pengunjung diberi edukasi interaktif melalui QR code di setiap jenis pohon, atau program adopsi pohon untuk sekolah-sekolah di Palembang. Dengan pendekatan seperti ini, generasi muda bisa lebih memahami nilai ekologis kawasan tersebut.

Selain itu, pemerintah kota dan akademisi dari Universitas Sriwijaya telah melakukan kajian bahwa Punti Kayu dapat dijadikan laboratorium ekowisata yang menghubungkan riset kampus dengan kegiatan konservasi lapangan [10]. Upaya ini juga dapat membuka peluang ekonomi baru melalui wisata hijau yang tetap menjaga fungsi lingkungan.

Semangat “Tanah Pak Haji” bisa dimaknai kembali di masa depan sebagai falsafah moral masyarakat Palembang: bahwa kemajuan tidak boleh menyingkirkan alam, dan tanah yang subur harus menjadi warisan bagi generasi selanjutnya.

Jika masyarakat tetap menjaga komitmen itu, maka TWA Punti Kayu bukan sekadar taman wisata, melainkan simbol kesadaran ekologis Palembang yang hidup – dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.

Kisah “Tanah Pak Haji” dan Taman Wisata Alam Punti Kayu adalah cerminan hubungan manusia dan alam di tengah dinamika zaman. Dari sejarah kolonial hingga era modern, taman ini menjadi bukti nyata bahwa keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan masih mungkin dijaga.

Punti Kayu bukan sekadar tempat berlibur, tetapi ruang hidup yang mengajarkan arti syukur dan tanggung jawab terhadap bumi.
Sebagaimana kata bijak yang sering diingat warga tua di sekitar taman:
“Tanah yang dijaga dengan iman, akan menumbuhkan kehidupan. Tapi tanah yang dilupa, akan melahirkan kehilangan.”


Daftar Pustaka
[1] Wikipedia. (2024). Taman Wisata Alam Punti Kayu. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Wisata_Alam_Punti_Kayu
[2] Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan. (2023). Profil Taman Wisata Alam Punti Kayu. Palembang: BKSDA Sumsel.
[3] Sumeks Radio – Disway. (2023). Kenali Sejarah Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang. Diakses dari https://sumeksradio.disway.id/read/11568
[4] Indonesia Kaya. (2022). Punti Kayu, Hutan Wisata di Tengah Kota Palembang. Diakses dari https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/punti-kayu-hutan-wisata-di-tengah-kota/
[5] Detik Travel. (2023). Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Surga Pinus di Sumatera Selatan. Diakses dari https://www.detik.com/sumbagsel/wisata/d-6765385
[6] Monoloog Hotels Info. (2024). Taman Wisata Alam Punti Kayu, Hutan Pinus di Tengah Kota Palembang.
[7] Universitas Sriwijaya. (2020). Efektivitas Pengusahaan Taman Wisata Alam Punti Kayu. Repository UNSRI.
[8] Travels.id. (2023). Taman Wisata Alam Punti Kayu – Wisata Edukasi dan Konservasi di Palembang.
[9] FISIP UNSRI. (2021). Analisis Pembangunan dan Manajemen Taman Wisata Alam Punti Kayu.
[10] Info-Target. (2025). Taman Wisata Alam Punti Kayu, Wisata Tertua di Kota Palembang.