BLOG FITRI MEILY

Senin, 22 Desember 2025

Menjaga Alam, Menjaga Masa Depan

Ghaliz Syida Zihni

 

Alam telah memberikan banyak keuntungan bagi manusia, mulai dari kebutuhan dasar hingga kelangsungan hidup. Hutan yang hijau dan lebat menyediakan oksigen yang kita hirup setiap hari. Sungai-sungai yang mengalir jerrich memberikan air bersih yang kita butuhkan untuk minum, mandi, dan mencuci. Bumi yang subur memberikan kita makanan yang melimpah. Namun, kenyataan lingkungan kita sekarang sedang tidak baik-baik saja. Buktinya, banyak masyarakat yang tidak peduli dengan Kelestarian alam. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil wawancara kami bersama masyarakat.

“Apa pendapat kalian tentang hutan yang makin gundul?” tanya salah satu anggota kami.

“Gak masalah, yang penting gak ngaruh ke aku, “jawab remaja yang berambut keriting, bernama Anton.

“Iya, gak penting penting banget sih.” Tambah teman sebelahnya.

“Bagaimana kalian berpikir tentang masa depan lingkungan?”

“Nggak kepikiran, masih lama.”

“Teknologi yang atasi, kita gak perlu mikirin.”

“Pesan apa yang kamu ingin sampaikan?”

“Lakukan apa yang kamu mau. Jangan tertalu serius, hidup santai aja.” Ucap Anton tanpa ragu.

Nyata benar ketidakpedulian mereka terhadap lingkungan, dapat mencerminkan begitu banyak manusia yang masih mementingkan keuntungan pribadi yang sesaat. Mereka menebangi hutan secara liar, mencemari sungai, dan mengotori laut. Mereka tidak memikirkan akibat dari perbuatan mereka, yang penting mereka mendapatkan keuntungan sesaat.

Sebaliknya, disamping ketidakpedulian mereka ada juga orang-orang yang peduli seperti penulis-penulis yang terinspirasi untuk berkarya tentang alam, salah satunya. “ Silent Spring” oleh Rachel Carson diterbitkan pada tahun 1962. Silent Spring dianggap sebagai salah satu buku paling berpengaruh dalam sejarah gerakan lingkungan hidup. Dan ada satu hal lagi yang lebih mengejutkan tentang alam, yaitu… Peran Naticre of science (NOS) dalam pengembangan Literasi sains. Abdict El-Khalick mengarisbawahi bahwa pemahaman Nos bukan sekadar pengetahuan tentang metode ilmiah, melainkan mencakup dimensi yang lebih luas tentang bagaimana aktivitas ilmiah bertangsung sebagai upaya manusia untuk memahami fenomena alam (Abd El-Khalick. F., 2013).

Seperti peribahasa yang mengatakan, “Sambil menyelam, sambil minum air. Artinya, kita harus bisa memanfaatkan alam dengan bijak dan menjaga kelestariannya. Dengan demikian, kita dapat menikmati hasilnya secara berkelanjutan.

Saya teringat akan kisah kecil tentang seorang anak yang menanam pohon. Setelah beberapa tahun, pohon ite tumbuh besar dan memberikan naungan bagi anak-anak lain yang bermain di sekitarnya. Anak itu senang melihat hasilnya dan terus menanam pohon-pohon lainya.

Pertanyaan untuk kita semua, apa yang akan kita lakukan untuk menjaga alam? Apakah kita akan terus merusaknya atau mulai menjaga dan melindunginya? Mari kita berpikir dan bertindak untuk masa depan kita sendiri. Jika bukan kita siapa lagi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Marsyella, 2004 .Id. 2024. “10 Buku Tengtang Alam Yang Akan Mengubah Cara Anda Melihat Dunia”. ruangbuku.id. Diakses 15 Septemper 2025.

Sri Astutik Handayani. 2025. ”Peran Nature of Science (NOC) Dalam Perkembangan Litesi Sains”. Congnitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Diakses 15 september 2025.

Tidak ada komentar: