SUASANA MAKAN MALAM YANG SANGAT SPESIAL
Syaiful B. Harun
Dahulu, kebiasaan
makan di keluargaku adalah suatu hal yang sangat spesial. Ada semacam “ritual”
yang harus kami jalani sebagai anggota keluarga, terutama kami sebagai
anak-anak. Hal itu aku alami sejak usia anak-anak sampai aku berusia remaja
atau sebelum aku ke luar rumah untuk melanjutkan pendidikan di kota lain.
Kebiasaan makan bersama harus dijalani oleh setiap anggota keluarga, terutama
saat makan malam, dimana saat semua anggota keluarga berkumpul setelah
aktivitas di siang hari.
Aku harus duduk di
samping ayah, yang saling berhadap-hadapan dengan ibu dan adik perempuanku.
Tempat duduk ini tidak boleh diubah. Sudah ketetapan ayah termasuk waktu makan,
yaitu sekitar pukul 19.30 WIB atau setelah shalat isya. Selain itu, makan makan
dengan sendok dan garpu tanpa menimbulkan suara klentang-klenting atau mulut
yang berkecap-kecap. Kalau suara itu timbul, maka timbul pula kemarahan ayah.
Ketetapan tentang
waktu makan, kursi makan yang seolah ada nama kami – sebagai anggota keluarga –
tertulis di sana, dan segenap tata cara yang harus dipatuhi merupakan hal yang
sangat menyiksaku, waktu itu. Sebagai anak remaja, ingin aku sekali waktu makan
sambil menonton tivi atau mengobrol dengan adikku, Rega. Padahal makan sambil
menonton tivi atau mengobrol dengan saudara kerapkali kusaksikan di sinetron
atau film-film.
Sekarang, setelah
aku kuliah di lain kota, aku memiliki kebebasan untuk menentukan waktu makan
dan mengabaikan segala tata cara makan malam yang ditetapkan ayah. Namun, hal
tersebut tidak berlangsung lama, aku justru merindukan kursi makan kami di
rumah dengan waktu makan dan tata cara itu.
Untuk sedikit
mengurangi rinduku pada kursi makan, waktu makan, dan tata caranya. Aku mencoba
mencari di google, kudapatkan informasi tentang manfaat makan bersama, antara
lain :
-
Makan bersama
memberi kesempatan untuk menjadi contoh kebiasaan makan sehat pada anak. Orang
tua bisa membantu memberi contoh porsi makanan yang cukup, mencoba
makanan-makanan baru, dan berhenti makan ketika sudah kenyang.
-
Makan bersama
juga akan meningkatkan asupan gizi untuk anggota keluarga. Sebagai contoh,
beberapa studi menunjukkan bahwa makan bersama secara teratur sering dikaitkan
dengan meningkatnya konsumsi buah, sayuran, gandum, dan pilihan makanan sehat
lainnya, serta makin berkurangnya konsumsi makanan berlemak, minuman bersoda,
dan pilihan makanan yang kurang sehat lainnya.
-
Berbagai
penelitian terbaru menunjukkan bahwa makan bersama juga mengurangi risiko
obesitas pada anak-anak dan orang dewasa.
-
Makan bersama
membuat orang tua dapat tetap mengawasi anak secara tidak langsung melalui
percakapan santai. Orang tua dapat memonitor suasana hati anak, perilaku, dan
aktivitasnya bersama teman-teman.
Di masa yang akan
datang, di kehidupan yang semakin berpacu dengan waktu dan tingkat persaingan
yang terjadi di setiap lini kehidupan. Sehingga, waktu akan menjadi sangat
berharga, serba terburu-buru, serba matematis dan otomatis yang diatur dan
diprogram melalui perangkat komputer atau handphone pada setiap orang.
Makan malam
dengan kelengkapan meja dan kursi makannya, mungkin hanya akan dihadiri oleh
orang tua dan anak-anak balita saja. Orang dewasa bahkan ayah yang sibuk
bekerja pun akan jarang terlihat di kursi makan. Kehangatan sebuah keluarga
yang tercermin di dalam kehangatan makan malam dan obrolan ringan tentang
aktivitas di siang hari dan rencana kegiatan esok akan menjadi memudar – kalau
tidak mau kita katakan akan menjadi hilang.
Hanya keluarga
yang menarik batas yang tegas, antara aktivitas di luar rumah dengan
keharmonisan antaranggota keluarga saja yang akan tetap menjaga keakraban
suasana makan malam di rumah.
Referensi :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar