BLOG FITRI MEILY

Senin, 22 Desember 2025

 

SUASANA MAKAN MALAM YANG SANGAT SPESIAL

Syaiful B. Harun

 

 

Dahulu, kebiasaan makan di keluargaku adalah suatu hal yang sangat spesial. Ada semacam “ritual” yang harus kami jalani sebagai anggota keluarga, terutama kami sebagai anak-anak. Hal itu aku alami sejak usia anak-anak sampai aku berusia remaja atau sebelum aku ke luar rumah untuk melanjutkan pendidikan di kota lain. Kebiasaan makan bersama harus dijalani oleh setiap anggota keluarga, terutama saat makan malam, dimana saat semua anggota keluarga berkumpul setelah aktivitas di siang hari.

Aku harus duduk di samping ayah, yang saling berhadap-hadapan dengan ibu dan adik perempuanku. Tempat duduk ini tidak boleh diubah. Sudah ketetapan ayah termasuk waktu makan, yaitu sekitar pukul 19.30 WIB atau setelah shalat isya. Selain itu, makan makan dengan sendok dan garpu tanpa menimbulkan suara klentang-klenting atau mulut yang berkecap-kecap. Kalau suara itu timbul, maka timbul pula kemarahan ayah.

Ketetapan tentang waktu makan, kursi makan yang seolah ada nama kami – sebagai anggota keluarga – tertulis di sana, dan segenap tata cara yang harus dipatuhi merupakan hal yang sangat menyiksaku, waktu itu. Sebagai anak remaja, ingin aku sekali waktu makan sambil menonton tivi atau mengobrol dengan adikku, Rega. Padahal makan sambil menonton tivi atau mengobrol dengan saudara kerapkali kusaksikan di sinetron atau film-film.

Sekarang, setelah aku kuliah di lain kota, aku memiliki kebebasan untuk menentukan waktu makan dan mengabaikan segala tata cara makan malam yang ditetapkan ayah. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, aku justru merindukan kursi makan kami di rumah dengan waktu makan dan tata cara itu.

Untuk sedikit mengurangi rinduku pada kursi makan, waktu makan, dan tata caranya. Aku mencoba mencari di google, kudapatkan informasi tentang manfaat makan bersama, antara lain :

-         Makan bersama memberi kesempatan untuk menjadi contoh kebiasaan makan sehat pada anak. Orang tua bisa membantu memberi contoh porsi makanan yang cukup, mencoba makanan-makanan baru, dan berhenti makan ketika sudah kenyang.

-         Makan bersama juga akan meningkatkan asupan gizi untuk anggota keluarga. Sebagai contoh, beberapa studi menunjukkan bahwa makan bersama secara teratur sering dikaitkan dengan meningkatnya konsumsi buah, sayuran, gandum, dan pilihan makanan sehat lainnya, serta makin berkurangnya konsumsi makanan berlemak, minuman bersoda, dan pilihan makanan yang kurang sehat lainnya.

-         Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa makan bersama juga mengurangi risiko obesitas pada anak-anak dan orang dewasa.

-         Makan bersama membuat orang tua dapat tetap mengawasi anak secara tidak langsung melalui percakapan santai. Orang tua dapat memonitor suasana hati anak, perilaku, dan aktivitasnya bersama teman-teman.

Di masa yang akan datang, di kehidupan yang semakin berpacu dengan waktu dan tingkat persaingan yang terjadi di setiap lini kehidupan. Sehingga, waktu akan menjadi sangat berharga, serba terburu-buru, serba matematis dan otomatis yang diatur dan diprogram melalui perangkat komputer atau handphone pada setiap orang.

Makan malam dengan kelengkapan meja dan kursi makannya, mungkin hanya akan dihadiri oleh orang tua dan anak-anak balita saja. Orang dewasa bahkan ayah yang sibuk bekerja pun akan jarang terlihat di kursi makan. Kehangatan sebuah keluarga yang tercermin di dalam kehangatan makan malam dan obrolan ringan tentang aktivitas di siang hari dan rencana kegiatan esok akan menjadi memudar – kalau tidak mau kita katakan akan menjadi hilang.

Hanya keluarga yang menarik batas yang tegas, antara aktivitas di luar rumah dengan keharmonisan antaranggota keluarga saja yang akan tetap menjaga keakraban suasana makan malam di rumah.

 

Referensi :

Vidoran.com. 2022. Manfaat Makan Bersama di Meja Makan. www.vidoran.com.iakses pada tanggal 2 Februari 2023.

Tidak ada komentar: